PELUK AKU DI TENGAH BADAI
Aku lupa kapan terakhir kali hidup terasa ringan. Mungkin sepuluh tahun lalu, saat bola plastik kecil kupantulkan ketanah dan aku berlari tanpa takut jatuh. Luka di lututku waktu itu terasa besar, namun kini, luka-luka itu sudah tenggelam di bawah tumpukan luka lain, luka yang bukan berasal dari permainan, tetapi dari kehidupan yang menua terlalu cepat. Usia enam belas tahun mestinya menjadi masa bagi remaja untuk mencari warna, merajut mimpi, …
